Buat sobat ilkom yang baca postingan saya sebelumnya, yaitu
Jajanan favorita anak Ilkom, nah kali ini saya akan kulik lebih dalam jajanan
hits nya UNISSULA yang salah satu ownernya ternyata mahasiswa Ilmu Komunikasi
UNISSULA. Siapakah dia? Dialah Muhammad Alwani, mahasiswa Ilkom semester 5.
all about youth
Selasa, 28 November 2017
Jajanan favorit anak Ilkom UNISSULA
Kuliah terasa kurang semangat tanpa jajan ya Sobat Ilkom..
jajanan bisa dibilang aspek penting dalam mengarungi samudra ilmu untuk
meningkatkan mood belajar kita.
Sobat Ilkom juga pasti merasakan kan? Kalau kuliah tanpa
jajan kayak ada yang kurang gitu. Begitu juga anak Ilmu Komunikasi. Mereka
pasti njajan disela kegiatan perkuliahan.
Senin, 06 November 2017
Strategi Digital Sambut Pilkada ala Anak Muda
Pemilihan Kepala Daerah 2018 sudah di depan mata. Sebentar
lagi, akan ada pesta demokrasi yang menentukan masa depan Indonesia.
Berdasarkan data dari KPU, pada tahun 2017 terdapat 7.911.898 pemilih pemula
usia 17-22 tahun, yang selanjutnya akan disebut sebagai pemilih muda, yaitu
sekelompok orang yang akan menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali. Jumlah
tersebut kemudian akan semakin bertambah di tahun 2018. Beberapa partai pun
kini semakin fokus kepada pemilih muda, karena diperkirakan 1/3 dari pemilih
pada Pilkada 2018 adalah pemilih muda. Namun sayangnya berdasarkan studi
penjajakan yang disusun oleh KPU, pemilih muda masih termasuk ke dalam kelompok
yang rentan terhadap golput.
Partisipasi pemilih
muda pun dapat dikatakan belum maksimal. Banyak pemilih muda yang masih bingung
akan pilihan yang harus mereka buat, salah satunya karena pemuda enggan mencari
tahu rekam jejak kandidat para calon pemimpin bangsa. Padahal, menyuarakan pilihan
merupakan salah satu tanggung jawab seorang pemilih muda sebagai generasi
penerus bangsa.
Lalu bagaimana mahasiswa Ilmu Komunikasi melihat problem
tersebut? apa yang bisa kita lakukan sebagai Generasi Kreatif untuk memberi
solusi dari problem tersebut?
Rabu, 05 Agustus 2015
OSPEK Kreatif Sobat Muda FIKOM UNISSULA
Wah nggak terasa sebentar lagi
pengenalan kampus buat mahasiswa baru akan segera dilaksanakan ya guys...
Pengenalan kampus atau sering disebut OSPEK (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus) sering dijadikan ajang perpeloncoan atau bullying kepada mahasiswa baru, tidak jarang juga yang melakukan aksi fisik di dalamnya. OSPEK yang hanya dilakukan sekali semasa kuliah harusnya menjadi hal yang menyenangkan dan berkesan di hati mahasiswa baru, bukan sebagai momok yang mereka takuti.
Kali ini saya akan kasih ulasan contoh OSPEK
yang kreatif, No kekerasan, No bullying, pokoknya menyenangkan, ini bisa jadi
contoh buat kampus-kampus di Indonesia agar hari pertama mahasiswa baru jadi
mengesankan buat mereka, dan pastinya biar jadi tambah semagat kuliah. hehehe..
Diundang BNI ke Kantor Pusat untuk Mengenalnya Lebih Dekat
Satu bulan setelah saya resmi menjadi nasabah BNI Taplus Muda, BNI 46 menggelar kontes BNI Co-Creators yang menantang mahasiswa untuk menuangkan ide-ide segar dalam bentuk strategi marketing plan dengan target mengakuisisi satu juta nasabah baru BNI Taplus Muda. Kontes ini dilaksanakan di 8 kota besar, Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Medan, Denpasar, sampai Makassar. Saya melihat ini adalah bentuk upaya dari BNI 46 untuk menggali apa yang diinginkan anak muda dalam hal perbankan langsung dari sumbernya yaitu mahasiswa yang sangat dekat dengan anak muda. Tidak hanya dalam satu wilayah tetapi seluruh penjuru nusantara yang diwakili 8 kota besar tersebut.
Hal itu membuat saya sangat antusias untuk ikut andil dalam kontes tersebut, apalagi memang sesuai dengan jurusan yang saya tekuni di kampus yaitu marketing communication. Saya langsung membentuk tim yang terdiri dari 3 anak muda, yaitu Bayu Nugroho, Achmad Fachrizzal, dan saya sendiri sebagai ketua tim Peacock, Muhammad Alwani.![]() |
| Saya (tengah) dan Tim Peacock dalam Final Regional di BNI Kantor Wilayah Semarang |
Sabtu, 01 Agustus 2015
BNI 46 Terlihat Seksi di Mata Anak Muda
BNI 46 memang bukan bank yang asing di telinga saya . Sejak saya berusia 7 tahun sudah mengenal bank yang dulu pernah menjadi bank sentral di negri ini. Saya ingat betul dulu di logo BNI ada gambar perahu layar di tengahnya. Di tengah keluarga perajin meubel ukir Jepara, saya kerap diajak ayah ke BNI 46 Kantor Cabang. Entah menabung atau meminjam modal untuk usaha meubel ayah saya kurang tahu, namanya juga masih anak-anak, dalam pengawasan ibu yang berada di kursi tunggu, saya melihat ayah sedang melakukan transaksi dengan pegawai BNI 46. Di gedung BNI yang dingin dan harum saya juga melihat banyak bapak-bapak yang mengantre dengan nyaman duduk di kursi yang telah disediakan untuk menunggu panggilan dari teller.
Langganan:
Komentar (Atom)



